Breaking News

Mengenal Kelamin Ganda Lebih Dekat


Sahadewi.co.id - Kelamin ganda atau ambiguous genitalia merupakan kondisi langka di mana penampilan organ kelamin bayi yang baru dilahirkan tidak jelas, apakah perempuan atau lelaki. Kelamin ganda bukan penyakit, melainkan gangguan perkembangan organ seksual yang memengaruhi perkembangan seksual anak.
Kelamin ganda tak selalu langsung dapat dikenali dari pemeriksaan kehamilan atau segera setelah bayi lahir. Untuk memastikan jenis kelamin bayi dengan kelamin ganda, dokter membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut pascapersalinan.

Mengapa Kelamin Ganda Bisa Terjadi?

Kondisi ini dapat dikenal melalui banyak istilah, seperti ambiguous genitalia, hermafrodi, atau interseks. Secara umum, bayi disebut mengalami kelamin ganda jika:
  • Memiliki ovarium dan testis dengan alat kelamin eksternal yang tidak jelas, apakah laki-laki atau perempuan.
  • Memiliki ovarium dan bentuk alat kelamin eksternal yang mirip penis.
  • Memiliki alat kelamin wanita eksternal (termasuk vulva) dan testis yang tidak turun ke skrotum (jadi kantung pelirnya tidak berisi testis).
Kelamin ganda bisa terjadi jika selama kehamilan ada suatu hal yang tidak berjalan dengan normal hingga mengganggu perkembangan organ seks janin, contohnya:
  • Kurangnya atau tidak cukupnya hormon laki-laki pada janin laki-laki.
  • Kelebihan hormon laki-laki pada janin perempuan.
  • Mutasi pada gen tertentu.
  • Kelainan kromosom dan genetik.
  • Ibu hamil mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Adanya tumor yang memengaruhi hormon ibu ketika sedang mengandung.

Tanda-tanda Kelamin Ganda

Jika secara genetik bayi berkelamin perempuan, tanda-tanda kelamin ganda yang bisa terlihat adalah:
  • Klitoris berukuran besar hingga terlihat seperti penis kecil.
  • Labia atau bibir vagina luar dan dalam kemungkinan menyatu dan terlihat seperti skrotum.
  • Terkadang terasa ada benjolan jaringan di dalam labia yang menyatu, membuatnya terlihat seperti skrotum dengan testis.
  • Pembukaan uretra (tempat urine keluar atau lubang kencing) bisa berada di sepanjang, di atas, atau di bawah permukaan klitoris.
  • Bayi sering dianggap berjenis kelamin laki-laki, namun testis tidak kunjung turun.
Jika secara genetik bayi adalah laki-laki, kelamin ganda dapat dilihat dari beberapa tanda berikut:
  • Ukuran penis kecil (kurang dari 2 atau 3 cm) hingga terlihat seperti klitoris yang membesar dan dengan pembukaan uretra lebih dekat ke skrotum.
  • Pembukaan uretra bisa berada di sepanjang, di atas, atau di bawah penis. Bisa juga terletak di perineum (daerah antara anus dan skrotum atau vulva) hingga membuat bayi seperti berjenis kelamin perempuan.
  • Kemungkinan ada skrotum kecil yang terpisah dan terlihat seperti labia.
  • Testis tidak turun dan skrotum kosong hingga terlihat seperti labia, disertai dengan atau tanpa penis kecil.

Penanganan Kelamin Ganda

Kelamin ganda bisa memengaruhi psikologis dan kesejahteraan sosial. Tidak hanya bagi orang tua, tapi juga pada anak ketika beranjak dewasa. Oleh karena itu, kondisi ini perlu ditangani dengan sangat hati-hati dan memerhatikan berbagai faktor. Hanya saja, kasus ini tergolong kompleks dan jarang terjadi, sehingga perlu dibentuk tim dokter khusus untuk menanganinya.
Biasanya tim dokter terdiri dari beberapa dokter spesialis, yaitu dokter anak, ahli urologi pediatrik, dokter ahli perawatan bayi baru lahir, dokter ahli bedah umum anak, dokter ahli sistem endokrin dan kelenjar, dokter ahli genetik, dan psikolog.
Operasi menjadi pilihan dalam menangani kasus kelamin ganda. Tindakan ini mungkin akan dilanjutkan dengan terapi hormon ketika mereka berusia remaja. Gunanya untuk membantu mereka menjalani masa pubertas. Yang tidak kalah penting, perlu dilakukan konseling untuk menjaga kesehatan psikologis dan emosi orang tua dan anak itu sendiri.
Pengobatan kelamin ganda dilakukan tidak hanya demi kesejahteraan sosial maupun kondisi psikologis anak, tapi juga kesehatan fisiknya. Mengapa? Karena kelamin ganda bisa menyebabkan ketidaksuburan, gangguan fungsi seksual, meningkatkan risiko penyakit kanker, hingga rasa tidak nyaman mengenai identitas gender.
Kelamin ganda memang bisa diatasi dengan operasi. Namun, hal tersebut tidak boleh diputuskan dengan sembarangan dan tanpa pertimbangan yang matang, karena hal ini menyangkut hajat hidup anak dari kecil hingga tua nanti.

Sumber : Alo Dokter

Tidak ada komentar