0

Sahadewi.co.id - Gaya hidup sehat kini semakin digemari, termasuk menjalani pola makan atau diet sehat. Salah satu deretan diet yang sedang tren belakangan ini adalah diet raw food. Sebelum kamumempraktikkan jenis diet ini, yuk lebih dalam berkenalan dengan diet raw food.
Seperti namanya, diet raw food adalah pola makan di mana orang yang menjalaninya hanya mengonsumsi makanan mentah, atau makanan yang melalui sedikit proses pengolahan. Batas suhu memasak yang disarankan dalam diet ini adalah antara 40 – 48 derajat Celcius.
Selain itu, makanan juga tidak boleh diproses dengan cara apa pun, seperti dipasteurisasi (mematikan kuman dengan pemanasan bersuhu tinggi) atau disemprot pestisida.
Teori diet raw food ini beranggapan bahwa proses memasak dapat menghancurkan nutrisi di dalam makanan, sehingga lebih baik mengonsumsi makanan segar. Diet raw food ini dipercaya dapat menyehatkan pencernaan, sehingga makanan dapat lebih mudah diserap tubuh, dan membantu mengurangi risiko munculnya penyakit tertentu.

Apa Manfaat Diet Raw Food?

Efektivitas diet ini sebenarnya masih dalam penelitian. Namun ada beberapa manfaat yang ditawarkan atau diklaim oleh diet raw food, yaitu:
  • Menurunkan risiko penyakit jantung. Karena diet ini banyak melibatkan konsumsi buah dan sayur, maka dianggap dapat membantu mengurangi tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung. Akan tetapi kepastian manfaat diet raw food yang satu ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
  • Menurunkan kolesterol jahat, karena redahnya konsumsi lemak jenuh.
  • Menurunkan indeks massa tubuh, yang juga berarti mengatasi kelebihan berat badan. Hal ini karena makanan yang dikonsumsi pada diet raw food cenderung rendah kalori.
  • Membuat kulit terlihat lebih segar.
  • Menyehatkan pencernaan, sebab makanan yang dianjurkan dalam diet ini kaya akan kandungan serat.
  • Meningkatkan metabolisme tubuh.

Apa Saja Daftar Makanannya?

Di bawah ini adalah beberapa jenis makanan yang bisa dimasukkan sebagai menu harian dalam diet raw food:
  • Semua buah dan sayuran segar, atau yang dikeringkan.
  • Kacang-kacangan, gandum, dan biji-bijian yang mentah atau direndam air.
  • Jus segar tanpa tambahan gula.
  • Air kelapa muda atau air mineral.
  • Makanan yang difermentasi, seperti kimchi atau sauerkraut.
  • Telur dan olahan susu yang mentah, seperti yoghurt.
  • Susu nabati seperti susu kacang atau susu gandum.
  • Daging yang dikeringkan.
  • Makanan organik yang belum melalui proses pengolahan, atau diolah menggunakan suhu tidak lebih dari 48 derajat Celcius.
  • Makanan laut termasuk ikan laut mentah (misalnya sushi atau sashimi) dan rumput laut.
  • Cokelat yang terbuat dari kakao atau biji cokelat yang tidak melalui proses pembakaran.

Sehat sih, Tapi Hati-hati dan Perhatikan Hal Ini

Manfaat yang ditawarkan diet raw food ini mungkin membuat kamu jadi tertarik untuk mencobanya. Tapi, jangan terburu-buru. Perhatikan dan ingat baik-baik, beberapa dari makanan ini mungkin tidak aman dikonsumsi dalam keadaan mentah karena dapat mengandung kuman atau racun.
Makanan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi mentah atau tanpa pengolahan adalahkacang merah, singkong, jamur, kacang polong, kacang kapri, telur, daging, dan susu.
Risiko lain yang juga perlu diperhatikan saat menjalani diet ini adalah kekurangan nutrisi. Asupan zat besi, omega-3, protein, vitamin B12, vitamin D, kalsium, dan selenium bisa saja kurang karena jenis makanan yang dikonsumsi dalam diet ini sangat terbatas.
Ingat, tidak semua makanan cocok menjadi menu diet raw food. Sebaiknya olah makanan sebelum dikonsumsi agar bebas dari kontaminasi kuman. Namun, tetap gunakan cara pengolahan yang sehat, misalnya merebus atau memanggang. Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dulu sebelum mencoba diet raw food.


Sumber : Alo Dokter

Posting Komentar

 
Top