0

Sahadewi.co.id - Memiliki tubuh yang atletis dan berotot menjadi impian bagi banyak orang. Berbagai cara dilakukan, mulai dari berolahraga dengan giat, menjaga pola hidup sehat, hingga mengonsumsi susu tinggi protein yang diyakini dapat mempercepat pembentukan otot.
Merujuk pada beberapa penelitian, mengonsumsi susu tinggi protein efektif dalam meningkatkan kekuatan, menambah massa otot, serta membantu menghilangkan lemak dalam tubuh. Namun, sebaiknya pahami dulu kandungan dan aturan penggunaan dari minuman susu tinggi protein.

Kandungan Susu Tinggi Protein

Susu tinggi protein paling banyak berasal dari whey protein. Sebagai salah satu kandungan protein utama dalam susu, whey protein mengandung leusin, yakni asam amino yang berperan dalam pertumbuhan otot.
Selain itu, whey protein juga mengandung sistein yang membantu meningkatkan glutathionesebagai antioksidan penting dalam tubuh, untuk memerangi radikal bebas.
Mengingat manfaat whey protein, tak heran jika protein ini menjadi salah satu kandungansuplemen yang sangat sering digunakan para atlet dan binaragawan. Umumnya, susu tinggi protein tersedia dalam bentuk susu bubuk instan, yang tinggal ditambah air dan dikocok dalam botol minum, sehingga praktis dikonsumsi kapan pun.

Aturan Mengonsumsi Susu Tinggi Protein

Meski memiliki banyak manfaat, tapi Anda tidak dapat sembarangan dalam mengonsumsinya. Setiap produk susu tinggi protein, seperti whey protein, memiliki aturan penggunaannya tersendiri. Minuman susu tinggi protein dapat dikonsumsi sebanyak 1-2 sendok atau sekitar 25-50 gram per hari, dan biasanya diminum sesudah berolahraga.
Para atlet dan orang-orang yang melakukan olahraga untuk membangun massa otot membutuhkan lebih banyak asupan protein per hari, yang tentunya disesuaikan dengan massa tubuh dan intensitas latihan yang dilakukan.
Namun agar tidak kelebihan asupan protein, Anda perlu memperhitungkan juga jumlah protein yang Anda konsumsi di luar susu tinggi protein, yaitu dari makanan.

Efek Samping Mengonsumsi Susu Tinggi Protein

Sebagian besar studi mengungkapkan bahwa penggunaan susu tinggi protein masih tergolong aman, selama Anda mengonsumsinya sesuai jumlah yang direkomendasikan pada aturan penggunaan dan tidak berlebihan. Mengonsumsi whey protein secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual, kembung, kram, dan diare.
Namun, susu tinggi protein tidak dianjurkan bagi Anda yang memiliki alergi susu atau pencernaan yang sensitif terhadap protein dalam susu. Sedangkan anak-anak dan ibu hamil, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi susu tinggi protein.
Agar pembentukan otot berjalan optimal, selalu terapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan sehat dengan gizi yang seimbang, berolahraga secara teratur, dan mencukupi istirahat.


Sumber : Alo Dokter








Posting Komentar

 
Top